kriiiiiiingggg
Rio : “halo ?”
Windy : “kamu yang bernama rio ?”
Rio : “betul”
Windy : “(suara menyamar) maaf menggangu anda, malam malam begini.Tapi saya harus menyampaikan pesan penting buat anda.”
Rio : “pesan ?”
Windy : “yah,pesan.Pesan kematian.pesan kiriman alam kubur.”
Rio : “heh ngomong yang bener, yah! ”
Windy : “kamu pasti akan membuktikan bahwa ucapanku seratus persen nyata. riwayatmu tinggal sehari besok.nasib apes akan menimpamu,rio."
rio : "apa maksudmu ?"
windy : "perhatikan baik baik, siang sepulang sekolah, umur di badanmu lenyap di jalan raya.mobilmu akan meledak.hancur luluh berkeping keping.bayangkan kobaran api menari nari melumat rakus tiap jengkal bagian mobimu dan tiap inci tubuhmu."
rio : "orang gila! lagian saya ga kenal kamu.gue laporin baru tau rasa .bokap gue punya kenalan kopasus!"
Windy : "silahkan panggil !"
rio : "sialan! siapa sih ini ?"
windy : "hahaha...saya kenalan kamu.soal identitas silahkan tebak aja sendiri
rio : "oh! gue tau.kamu pasti anak buahnya bowo kan ? yes! gue tau sekarang. rupanya bowo masih menyimpan dendam sama gue gara garakalah taruhan itu? jadi dia engga bisa nerima kekalahannya memperbutkan cinta sandra dengan sportif ? eh, bilang ya sama bowo,rio ga mempan diancam."
windy : "(terbalalak kaget) dengar rio, kepuasanku bertumpu pada musibah dahsyat yang kelak mendekapmu.menyaksikan mobil mewah milik orang tua mu terbakar , menatap tubuhmu terpanggang bak kambing guling .catat tanggal pertunjukannya, rio."
rio : "Gue yakin. jangan mungkir.lo pasti disuruh bowo."
Telepon ditutup. windy menemukan rahasia besar. keesokan harinya.
windy : "ngapain sih kamu tutup tutupi segala? selama ini kita kan saling terbuka .saling curhat kalau ada masalah.
sandra : "maksudku..maksudku..mau bikin suprise.tapi rupanya kamu jeli sekali mempelajari gelagat .bisa menafsirkan dengan akurat kedekatanku belakangan ini sama rio
windy : "kamu yakin Rio serius denganmu ?"
sandra : "(tertegun) Maksudmu?
windy : "ah,kasian kamu san.sebetulnya kamu cuma bahan taruhan saja."
sandra : "darimana kamu tahu win ?"
menceritakan kejadian semalam.
sandra : "kejam kamu,win."
windy : "semuanya serba kebetulan,san.rio sendiri yang keceplosan menjelaskan.aku juga ga ngira, engga percaya.makanya menuntut penegasan dari kamu tentang kebenaran info ini."
sandra : "rio mencintaiku tulus.dia akan setia mendampingiku aku engga rela cowok baik seperti dia memperoleh tuduhan negatif “
windy : "dia mendustaimu, san.wale up, my pal.keindahan keindahan yang ia curahkan kepadamu cuma daya pikat semu. jera sesaat."
sandra : "(marah) kamu yang dusta,win. kamu berusaha menghasud agar hubunganku dan rio rusak.kamu iri.kamukan pernah bilang kalau kamu pingin banget jadi pacarnya rio."
windy : "itu engga serius, san.sumpah !"
sandra : "(tersenyum sinis) sudahlah, hentikan saja percakapan beracun ini. atau .. persahabatan di antara kita akan berakhir."
windy : "san...sandra.."
malam harinya. kriiiiiiiiinnnnnng
x : "halo ? ini windy ?
windy : "ya,ini siapa ?"
ta ada jawaban
windy : "halo ?"
x : "ini pemberitahuan saja, rumah ini sudah dipasangi bom. dalam dua jam mendatang kamu akan melihatnya hancur berkeping keping.tapi pertunjukannya pertama adalah meledaknya sebuah BMW milik tetangga kamu .menegangkan, bukan ? kawasan elit ini pasti akan meriah ."
telepon terputus. windy tak menggubrisnya. tak lama kemudian.
BOOOOOMMMMM ! (ledakan)
papa windy : "wah, suara apa ini ?"
tetangga : "celaka ! mobil pak sigit dibom !
windy : (keluar rumah dan pucat pasi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar